Bagi para peselancar internet tentu akan mengakui bahwa Mozilla Firefox merupakan salah satu browser bagus dan cepat (walaupun mungkin bukan yang tercepat dan terbaik) diantara browser-browser lain yang ada, karena masing-masing browser mengusung kelebihannya masing-masing. Fasilitas yang disediakan oleh sebuah browser cocok bagi satu pengguna tapi belum tentu bagi pengguna lainnya. Demikian pula tentang masalah kecepatan akses dan loading. Jika kita perhatikan (apalagi sempat membandingkan) sebetulnya browser ini masih terkesan sangat lambat (dengan tanpa bermaksud menjelekkan salah satu browser, karena saya tidak ada kepentingan apa-apa dalam hal ini), dibandingkan misalnya dengan EnjoyIE, Crazy Browser, dll yang disamping ukurannya yang kecil tapi juga sudah mengusung beberapa keistimewaan juga yang tidak kalah dengan firefox. Tapi bagi saya pribadi firefox menang dalam hal “full customize”nya, karena plugin dan addon-nya yang sudah sangat-sangat banyak sekali sehingga kita bisa mendapatkan “apa saja” hal-hal yang diinginkan dari sebuah browser. Tapi memang, semua itu tentunya akan ada kompensasinya, yaitu kecepatan akses dan loading menjadi lambat dan semakin lambat saja. Hal itu terjadi karena firefox akan banyak menyita memory dan CPU dalam aplikasinya.
Ada beberapa tips untuk mengoptimalkan performance firefox agar menjadi lebih cepat dan tidak boros memory, yang sempat aku baca dari blog “teman”, sebagai referensi dengan beberapa perubahan disana-sini. Thank’s untuk share-nya.
Langkah pertama, buka firefox dan ketikkan about:config pada address bar
1. Batasi kapasitas cache memori
Setiap kali Anda membuka sebuah halaman web, Firefox otomatis akan menyimpannya dalam cache memori. Secara default Firefox menggunakannya sebesar jumlah maksimal RAM yang Anda miliki. Itulah mengapa semakin banyak Anda membuka web, memori komputer Anda semakin habis. Untuk membatasinya tambahkan opsi: browser.cache.memory.capacity. Caranya klik kanan di sembarang tempat (config), New >Integer. Ketik seperti di atas atau copy saja biar mudah, enter, masukkan angka 2048. 2048 disini artinya gunakan cache memori maksimal hanya 2 Mega. Anda bisa coba – coba dengan angka yang lain, namun usahakan merupakan kelipatan dari 1024.
2. Batasi kapasitas cache history
Sama seperti cache memori, hanya bedanya peruntukan cache disini oleh Firefox lebih ditujukan untuk mempercepat loading halaman saat Anda menekan tombol back dan forward pada browser. Apabila Anda jarang memakai back dan forward, ada baiknya Anda set dengan nilai kecil guna menghemat memori. Pada filter (ada di bagian kotak atas halaman) ketikkan: browser.sessionhistory.max_total_viewers, ubah nilai -1 menjadi 3. Default -1 artinya gunakan semaksimal RAM yang ada. hmm.. nilai default dari Firefox benar-benar rakus bukan?
3. Batasi kapasitas cache disk
Secara default Mozilla menset ukuran cache disk sebesar 50 Mega. Tentunya ini pemborosan memori. Mensetnya menjadi 2 MB dapat memberikan performa yang positif khususnya bagi komputer dengan memori dibawah 128 MB dan harddisk model lama. Pada filter ketikkan: browser.cache.disk.capacity, ubah nilai 50000 menjadi 2000.
4. Load yang perlu saja
Secara default Firefox tanpa kita sadari merusaha melakukan pre-download pada link halaman web yang mungkin akan kita klik. Hal ini meniru taktik Google yang mencache terlebih dahulu result pertama dari link pencarian yang dia temukan. Tentu cara ini hanya memboroskan bandwdith, dan performa CPU. Untuk menonaktifkan fitur ini ketik pada filter: network.prefetch-next, klik dua kali, agar nilainya menjadi false.
5. Mengaktifkan fitur config.trim_on_minimize.
Caranya klik kanan, new > boolean, ketikkan config.trim_on_minimize. Set nilainya True. Dengan cara ini setiap kali Firefox di minimize, otomatis memori yang di pakai akan dilepas / dibebaskan, sehingga dapat dipakai untuk proses aplikasi lainnya.
6. Disable Flash
Tahukah anda bahwa animasi flash yang di load saat Anda membuka web memakan resource RAM yang lumayan besar? Konsekuensinya adalah waktu loading menjadi lebih lambat dan berat. Bahkan pada plugin flash sebelum versi 9, resource RAM yang dipakai merupakan akumulasi dari jumlah flash yang dibuka sebelumnya. Gerah? Ada baiknya anda disable flash. Silahkan download dan install flashblock addon disini atau copy alamat ini: http://downloads.mozdev.org/flashblock/flashblock-1.5.5.xpi, (untuk firefox 1.5.5 ke atas)
7. Disable download history
Sebaiknya anda nonaktifkan fitur history ini. Karena semakin banyak download history yang disimpan, maka akan menurunkan performa Firefox. Apalagi bila media penyimpannya pada media removeable seperti disket. Caranya mudah, pilih menu Tools > Options > Privacy. lalu hilangkan pilihan pada “Remember what I’ve downloaded”
8. Batasi extension/add-ons
Semakin banyak add-ons yang Anda gunakan, semakin besar RAM yang dihabiskan. Disable add-ons yang kurang Anda gunakan. Untuk membandingkan performa memori yang digunakan saat menggunakan dan tanpa add-ons dapat dilakukan dengan mencoba menjalankan Firefox pada kondisi safe-mode. Caranya dengan perintah: $ firefox -safe-mode. Pada pilihan yang muncul pastikan Anda beri tanda pada opsi: Disable all add-ons. Anda bisa mengaktifkan kembali jika memang ada add-on yang sangat anda perlukan ketika membuka sebuah halaman web.
Setelah semua langkah diatas selesai, selanjutnya restart Firefox agar perubahan yang sudah kita buat berfungsi. Kini bisa kita lihat performa Firefox kita dibandingkan sebelumnya.
Kami tunggu komentarnya.